Hipnoterapi yang Efektif

Mengapa sesi Hipnoterapi Gagal ?

Beberapa rekan Hipnoterapis bertanya pada saya mengenai hal ini. Karena itu saya berikan beberapa tips yang bisa meningkatkan kualitas dalam sesi Hipnoterapi.

Berikut Tips Singkat agar Hipnoterapi berjalan dengan baik.

Hal Yang Harus Diperhatikan Terapis

Building Rapport atau membangun keakraban sangatlah penting untuk memulai sebuah sesi Hipnoterapi. Kesalahan dalam tahap ini bisa mengakibatkan klien menjadi low trust atau rendahnya rasa percaya pada Terapis sehingga menghasilkan sesi Hipnoterapi yang kurang maksimal

Observasi kata – kata yang dikeluarkan pada sugesti, lihatlah perubahan apa yang terjadi dari kata – kata anda. Sehingga anda bisa lebih maksimal dalam melakukan Amplify atau mencoba kata lainnya yang lebih berefek. Seringkali para Terapis terfokus pada script hafalan sehingga tidak lagi memperhatikan pada perubahan klien

Berfokus pada klien lebih utama daripada disibukan dengan teknik apa yang harus anda terapkan. Karena dengan perhatian anda pada klien akan memunculkan teknik yang cocok untuk diterapkan.

Tujuan yang Jelas. Sebelum memulai sesi Hipnoterapi, seorang Penghipnotis sudah semestinya menanyakan goals atau tujuan yang ingin dicapai dalam sesi therapy tersebut. Sehingga tidak terjadi salah kaprah atau kekecewaan yang akan timbul usai therapy.

 

Hal Yang Harus Diperhatikan Calon Klien

Klien harus punya keinginan dari diri sendiri untuk sembuh atau berubah. Keterpaksaan adalah sebuah kondisi yang bisa menghambat untuk memperoleh kesembuhan atau perubahan. Karena itu, sesi terapi dalam Hipnoterapi berlangsung atas dasar kebutuhan yang bersangkutan agar lebih maksimal.

Membangun keakraban dan kepercayaan berawal dari Komunikasi. Dalam Hipnoterapi, komunikasi menjadi hal terpenting untuk dipenuhi, karena itu Klien dalam Hipnoterapi adalah seseorang yang mampu memahami komunikasi saat berlangsungnya sesi.

Sikap tertutup klien merupakan salah satu penyebab tidak optimalnya sesi Hipnoterapi. Karena itu, keinginan untuk sembuh semestinya dibarengi dengan sikap terbuka untuk menerima suggesti dan rasa percaya pada Terapis.

Mengukur kemampuan klien. Setiap klien berbeda dan unik. Karena itu, dalam memberikan target maupun treatment sesuaikan dengan keunikan dan kemampuan klien untuk menjalaninya